Loading...

news

Loading...

Jumat, 18 Mei 2012

MAKALAH TITRIMETRI REAKSI OKSIDASI-REDUKSI


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui tentang reaksi redoks secara Titrimetri dengan pelarut air yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagi sumber. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datng dari diri diri penyusun maupun yang dating dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “TITRIMETRI REAKSI OKSIDASI-REDUKSI” yang merupakn tugas dalam mata kuliah Analisa Obat dan Narkoba.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan keritiknya.
Terima kasih.




Penulis









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………….................. 1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………. 2

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………            3
  1. LATAR BELAKANG MASALAH………………………………….…… 3
  2. RUMUSAN MASALAH…………………………………………….…….            3
  3. TUJUAN MAKALAH……………………………………………………..3

BAB II PMBAHASAN............................................................................................            4
  1. BEBERAPA PENGERTIAN DAN ISTILAH TITRASI REDOKS….……4
  2. PRINSIP TITRASI REDOKS…………………………………………….. 4
  3. METODE KERJA TITRASI REDOKS………………...…………….        5
  4. CONTOH PENETAPAN KADAR MENGGUNAKAN METODE 
TITRASI REDOKS………………………………….……………………..            5


BAB III PENUTUP
  1. KESIMPULAN……………………………………………………………. 9
  2. SARAN……………………………………………………………………..9

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………10














BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Reaksi redoks secara luas digunakan dalam analisa titrimetri baik untuk zat anorganik maupun organic.

Reaksi redoks dapat diikuti dengan perubahan potensial, sehingga reaksi redoks dapat menggunakan perubahan potensial untuk mengamati titik akhir titrasi.  Selain itu cara sederhana juga dapat dilakukan dengan menggunakan indicator.

Berdasarkan jenis oksidator atau reduktor yang dipergunakan dalam titrasi redoks, maka dikenal beberapa jenis titrimetri redoks sperti iodometri, iodimetri dan permanganometri

A.    Rumusan Masalah
Makalah ini disusun dengan rumusan makalah sebagai berikut :

1.      Apa yang dimaksud dengan Titrasi REDOKS dalam metode Titrimetri ?
2.      Apa prinsip atau teori dasar Titrasi REDOKS?
3.       Bagaimana cara kerja Titrasi REDOKS?
4.      Apa kelebihan dan kekurangan Titrasi REDOKS?

B.     Tujuan Makalah
Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut :

1.      Untuk mempermudah proses belajar Analisa Obat dan Narkoba.
2.      Utuk mengetahui cara titrasi REDOKS  berdasarkan metode titrimetri.
3.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Analisa Obat dan Narkoba.










BAB II
PEMBAHASAN

  1. Titrasi Redoks

Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar  oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya, titrasi redoks merupakan jenis titrasi yang paling banyak jenisnya diantaranya :
1.      Permanganometri
2.      Dikromatometri
3.      Cerimetri
4.      Iodimetri, iodometri dan iodatometri
5.      Bromometri, bromatometri
6.      Nitrimetri

Terbaginya titrasi ini dikarenakan tidak ada satu senyawa (titran) yang dapat bereaksi dengan semua senyawa oksidator dan reduktor, sehingga diperlukan berbagai senyawa titran.

Karena prinsipnya adalah reaksi redoks, sehingga pastinya akan melibatkan senyawa reduktor dan oksidator, karena titrasi redoks melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi antara titran dan analit. Jadi kalau titranya oksidator maka sampelnya reduktor, dan begitu sebaliknya

Karena melibatkan reaksi redoks maka pengetahuan tentang penyetaraan reaksi redoks memegang peran penting.

Titik akhir titrasi dalam titrasi redoks dapat dilakukan dengan caramembuat kurva titrasi anatara potensial larutan dengan volume titran (potensiometri), atau dapat juga menggunakan indicator. 

  1. Prinsip Titrasi Redoks

Reaksi oksidasi reduksi atau reaksi redoks adalah reaksi yang melibatkan penangkapan dan pelepasan electron.

Dalam setiap reaksi redoks, jumlah electron yang dilepaskan oleh reduktor harus sama dengan jumlah electron yang ditangkap oleh oksidator.

Ada dua cara untuk menyetarakan persamaan reaksi redoks yaitu metode bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi (metode ion electron), hubungan reaksi redoks dan perubahan energy adalah sebagai berikut:
·         Reaksi redoks melibatkan perpindahan electron, arus listrik adalah perpindahan electron
·         Reaksi redoks dapat menghasilkan arus listrik (ex.sel galvani)

Persamaan elektrokimia  yang berguna dalam perhitungan potensial sel adalah persamaan Nernst, reaksi redoks dapat digunakan dalam analisis volumetric bila memenuhi syarat.

Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar  oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya, dasarnya adalah reaksi oksidasi reduksi antara analit dengan titran.

  1. Metode Kerja Titrasi REDOKS
        Cara Melakukan Titrasi REDOKS
1. Zat penitrasi (titran) yang merupakan larutan baku dimasukkan ke dalam buret yang telah ditera
2. Zat yang dititrasi (titrat) ditempatkan pada wadah (gelas kimia atau erlenmeyer).Ditempatkan tepat dibawah buret berisi titran
3. Tambahkan indikator yang sesuai pada titrat, misalnya, indikator kanji
4. Rangkai alat titrasi dengan baik. Buret harus berdiri tegak, wadah titrat tepat dibawah ujung buret, dan tempatkan sehelai kertas putih atau tissu putih di bawah wadah titrat
5. Atur titran yang keluar dari buret (titran dikeluarkan sedikit demi sedikit) sampai larutan di dalam gelas kimia menunjukkan perubahan warna dan diperoleh titik akhir titrasi. Hentikan titrasi!

  1. Contoh Penetapan Kadar Tablet  Vitamin C  dengan titrasi Redoks secara iodimetri
I.                    Tujuan : untuk mengetahui kadar dari tablet vit-C
II.                                    Prinsip : dalam penetapan kadar Vit-C  menggunakan metode Titrimetri  redoks secara iodimetri.
III.                                           Alat dan Bahan :
·         Alat :                                                                     
1.      Beaker glass
2.      Spatula
3.      Erlenmeyer
4.      Tabung reaksi
5.      Buret
6.      Pipet ukur
7.      Pipet volume
8.      kawat

·         Bahan :
1.      iodium 0.05  N lv
2.      Indicator kanji 1%
3.      H2SO4
4.      NaOH

IV.              Dasar Teori :
Tablet Asam askorbat  mengandung asam askorbat  tidak kurang dari 90,0%  dan tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. 

V.                 Cara Kerja
·         Penetapan Kadar
Timbang dan serbukan tidak kurang dari 20 tablet, timbang seksama sejumlah serbuk yang setara dengan lebih kurang 50 mg asam askorbat, larutkan dalam campuran 100 ml air, dan 25 ml  H2SO4 2 N tambahkan 3 ml kanji LP, titrasi dengan iodium 0,05 N.hingga wana biru tua yang tidak hilang selama 2 menit.

1 ml I2 0,1 N setara dengan 4,946 mg As203

·         Pembakuan Iodium
Timbang seksama lebih kurang 150mg, yg sebelimnya telah dikeringkan pada suhu 1050 c selama 1 jam. campur dengan 20 ml naoh 1N, tambahkan 40 ml air, 2 tetes jigga metal lp, + hcl encer P hingga warna kuning berubah menjadi merah muda, tambahkan 2 g N2HCO3 P, encerkan dengan 50 ml air dan tambahkan 3 ml kanji, titrasi dengan larutan iodium hingga terjadi warna biru yang tidak hilang selama 2 menit.
1 ml I2 0,1 N setara dengan 4,946 mg As203

VI.              Data Pengamatan
·         Penetapan Kadar
No.
Kertas + Sampel
Kertas + Sisa
Bobot sampel
Vol.titran
1.


250 mg
160 mg
90 mg
8,1 ml


2.
230 mg
150 mg
80 mg
10,2 ml





·         Pembakuan iodium
No.
Kertas + Sampel
Kertas + Sisa
Bobot sampel
Vol.titran
1.


285 mg
140 mg
145 mg
40, ml


2.
290 mg
150 mg
140 mg
38,9 ml


VII.          Perhitungan

Pembakuan HCl

N1        = mg. Na2CO3 x N~                                
                           Mg~  x  Vol.titran
                
= 145  x  0.05
                           2,473 x 40
                       
                        = 0,0738N

N2        = mg. Na2CO3 x N~
                           Mg~  x  Vol.titran
                
= 140 x  0.05
                           2,473 x 38,9
                       
                        = 0,0727N

Rata-rata N = 0,0738+0,0727  = 0,0732 N
                                         2


Penetapan Kadar
       %1            = V x N titran x ~sampel x br  x 100%
                                    N~    x    Bu    x  ke
                        = 8,1 ml  x  0.0732  x  4,403  x 99,5 mg x 100%
                                    0.05  x  90 mg     x    50 mg
                       
                        =115, 91 % 
             
    %2   = V x N titran x ~sampel  x br x 100%
                                    N~    x    Bu  x  ke
                        = 10,2 ml  x  0.0732  x  4,403  x  99,5 mg x 100%
                                    0.05  x  80  x  50 mg
                       
                        =130, 67  %
             
Rata-rata % = 115, 91 +130, 67  = 123,29 %
                                         2

VIII.       Pembahasan
Titrasi atau analisa volumetric adalah salah satu cara pemakaian jumlah zat kimia yang yang luas pemakaiannya.Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan.Larutan pereaksi ini biasanya diketahui kepekatannya dengan pasti dan disebut pentitter atau larutan baku.Sedangkan proses pembentukan atau penambahan pentitter ke dalam larutan zat yang akan ditentukan disebut titrasi.
Salah satu jenis reaksi dalam titrasi, dalah reaksi redoks yaitu titrasi suatu larutan standar  oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya
Kesimpulan
Kadar asam askorbat sebesar 123,29%,tidak sesuai dengan pustaka yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0%.










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Titrasi atau analisa volumetric adalah salah satu cara pemakaian jumlah zat kimia yang yang luas pemakaiannya.Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan.Larutan pereaksi ini biasanya diketahui kepekatannya dengan pasti dan disebut pentitter atau larutan baku.Sedangkan proses pembentukan atau penambahan pentitter ke dalam larutan zat yang akan ditentukan disebut titrasi.
Salah satu jenis reaksi dalam titrasi, adalah reaksi reaksi redoks yaitu titrasi suatu larutan standar  oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya
Reaksi redoks dapat diikuti dengan perubahan potensial, sehingga reaksi redoks dapat menggunakan perubahan potensial untuk mengamati titik akhir titrasi.  Selain itu cara sederhana juga dapat dilakukan dengan menggunakan indicator.
B.     Saran
Penulis berharap Titrasi redoks yang telah disajikan dalam bab pembahasan dapat dijadikan referensi ataupun tambahan wawasan bagi pembaca sehingga dapat membedakannya dan dapat menerapkanya secara tepat dengan tujuan memajukan pendidikan di Indonesia.











DAFTAR PUSTAKA
1.        Dirjen POM.1995. Farmakope Indonesia, Edisi Ke-IV. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
2.        Susanti, S dan Yeanny Wunas.1995. Analisis Kimia Farmasi Kwantiitatif. Makassar : LEMBAGA PENERBITAN UNHAS.
3.        Khopkar, S.M., (1990), Konsep Dasar Kimia Analitik.Jakarta: UI press.
4.        Shevla,G.1990.Vogel I: Buku teks analisis kualitatif makro dan semimikro, edisi V.Jakarta : Kalman Media Pustaka.
5.        Shevla,G.1990.Vogel II: Buku teks analisis kualitatif makro dan semimikro,Edisi V.Jakarta : Kalman Media Pustaka.
6.        Connors,A.Kenneth.1975.Pharmaceutical analysis.USA : Library of congres cataloging
7.        Ketaren, S.1986. Pengantar Teknologi Minyak Dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press
8.        Khamdinal. 2009. Tehnik Laboratorium Kimia. Yogyakarta: Putaka Pelajar
9.        Anonim, 2008. Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. Kendari : Universitas Haluoleo.
10.    Harrizul, 1995. Asas Pemeriksaan Kimia. Jakarta : Erlangga.






 

 



Tidak ada komentar: